Uncategorized
CINTA DALAM SEGELAS KOPI
Kopi. Kata tersebut langsung terlintas di benak saya ketika mendengar kata ‘Lampung’. Ketika dipastikan ikut mengantar gurunda ke Lampung, saya sudah membayangkan segelas kopi tubruk robusta Lampung. Hitam pekat dan pahit. Jujur apa adanya tanpa berpura-pura manis. Sabtu (13/1) bertepatan dengan kumandang azan Maghrib, kami –saya, gurunda, Abu Faqih Ginanjar– Read more…